Tips bagaimana Mendidik anak autis

Tags

IDcerdas.com - Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan neurologis yang kompleks dan multi-layered yang memanifestasikan sesuatu yang berbeda dari orang ke orang. Hal ini menciptakan tantangan ketika menentukan bagaimana cara mengajar anak autis. Meskipun setiap anak adalah individu yang merespon metode pengajaran yang berbeda, ada beberapa strategi yang umumnya diterapkan untuk membantu anak-anak autis agar berhasil dalam tujuan pendidikan. Strategi ini membangun karakteristik autisme, termasuk perbedaan dalam komunikasi, keterampilan sosial, perilaku, dan masalah sensorik. Berikut ini bagaimana cara tepat memperlakukan anak autis dan bagaimana dia nantinya bisa berkembang di lingkukngannya.

Menggunakan Strategi untuk Membantunya dengan sebuah Komunikasi
Tips bagaimana Mendidik anak autis
Via samluce

1. Asumsikan bahwa jika semua anak kompeten. Semua anak-anak autis mampu belajar. 
Mereka hanya perlu menemukan strategi untuk penyerapan informasi yang tepat. Belajar menerima bahwa anak-anak autis dapat selalu memiliki perbedaan, dan tidak harus dievaluasi atas dasar yang sama dengan teman-teman sekelas neurotypical mereka. anak-anak autis harus dievaluasi dalam kaitannya dengan tumbuh mereka sendiri dan belajar dari waktu ke waktu.

2. Hindari perintah verbal yang panjang. Ini dapat membingungkan si kecil, sebagai anak-anak autis seringkali memiliki urutan pengolahan kata yang sulit dipahami oleh mereka, terutama yang diucapkan. Jika anak bisa membaca, menulis petunjuk. Jika anak masih belajar, instruksi tertulis dengan gambar mungkin membantu. Memberikan instruksi dalam langkah-langkah kecil merupakan ide yang bagus.

3. Gunakan televisi yang menggunakan teks percakapan didalamnya. Hal ini dapat membantu mereka baik bagi yang bisa membaca maupun tidak. Anak-anak yang belum bisa membaca akan mengasosiasikan kata-kata yang dicetak dengan kata-kata yang diucapkan. Selanjutnya, anak-anak autis terkadang memiliki pengolahan kesulitan kata yang diucapkan, terutama yang berasal dari TV, dan anak-anak yang bisa membaca dapat mengambil manfaat dari mampu melihat kata-kata serta mendengar mereka. Jika seorang anak memiliki acara televisi favorit, rekam acara dengan teks dan menggabungkan pertunjukan sebagai bagian dari pelajaran membaca.

Menggunakan Strategi untuk Membantu dengan Sosialisasi dan Perilaku
Tips bagaimana Mendidik anak autis
Via pinterest
1. Gunakan kepentingan khusus untuk memfasilitasi proses pembelajaran. Banyak anak-anak autis terpaku pada kepentingan khusus mereka, dan gairah ini dapat digunakan sebagai keuntungan ketika mengajar. Misalnya, jika seorang anak mencintai mobil, menggunakan mobil mainan untuk mengajar geografi pada peta dengan "mengemudi" mobil untuk negara yang berbeda. atau dengan memberikan permainan puzzel, sesuai dengan apa yang disukainta.

2. Ajarkan anak-anak autis berkumpul dengan ank-anak lainnya. Banyak anak autis mengalami kesulitan menjadi selaras dengan emosi, motivasi, dan isyarat-isyarat sosial lain yang naluriah antara anak-anak non-autis. Mereka peduli tentang perasaan orang lain, tetapi tidak selalu mengerti mengapa orang merasa bagaimana mereka melakukannya. Eksplisit dan jelas menjelaskan nuansa sosial dapat membantu.

Banyak anak-anak autis mampu belajar bagaimana berinteraksi dengan tepat. Mereka mungkin hanya perlu diberitahu teknik eksplisit, bukannya mengambil mereka hanya melalui observasi.

Anak yang sangat muda di prasekolah dan TK dapat belajar tugas-tugas sederhana seperti diskriminasi warna, diskriminasi surat, atau menjawab "ya" atau "tidak" untuk pertanyaan sederhana dengan mengamati rekan-rekan neurotypical mereka terlibat dalam tugas-tugas ini. Selama pusat atau kelompok kerja, pertimbangkan memasangkan anak autis yang berjuang di daerah tertentu dengan anak neurotypical yang unggul di daerah itu. Misalnya, jika seorang mahasiswa autis berjuang dengan diskriminasi warna, pasangkan anak itu dengan anak neurotypical yang unggul dalam diskriminasi warna. Dengan mengamati rekan melakukan tugas dengan benar, anak autis dapat belajar untuk meniru perilaku yang ditargetkan.

Anak neurotypical yang kelas pertama sampai SMA dan yang menunjukkan keterampilan sosial sesuai dengan tahapan perkembangan dapat dilatih untuk melayani sebagai model sebaya untuk teman sekelas autis mereka, pemodelan keterampilan sosial untuk interaksi seperti kontak mata, salam menyenangkan, berbagi ide, merekomendasikan perubahan baik, dan berbicara dengan suara yang menyenangkan dapat membantu perkembangan perilaku anak autis.

3. Membaca cerita untuk menunjukkan perilaku yang tepat dalam situasi yang berbeda. Misalnya, membaca sebuah cerita tentang seorang anak yang sedih dan menunjukkan kerutan atau air mata sebagai contoh kesedihan untuk membantu anak autis belajar bagaimana untuk mengeluarkan emosi yang tepat. anak dapat belajar dengan menghafal.
Beberapa anak-anak autis manfaat dari teknik yang dikenal sebagai "cerita sosial", narasi singkat yang menggambarkan situasi sosial. Cerita-cerita ini membantu mereka dengan menyediakan perilaku model dalam berbagai situasi.

4. Membuat jadwal. Banyak anak-anak autis berkembang pada jadwal yang diprediksi, sehingga memberi mereka keamanan untuk tahu apa yang diharapkan setiap hari merupakan hari yang menguntungkan.
Tempatkan jam analog jelas terlihat di dinding dan gambar yang mewakili kegiatan hari itu. Mengacu pada jam ini sambil menyebutkan waktu yang kegiatan berlangsung. Jika anak memiliki kesulitan membaca jam analog (seperti banyak anak-anak autis lakukan), gunakanlah dalam bentuk jam digital.

Demikianlah Tips bagaimana cara tepat mendidik anak autis, semoga bermanfaat.


EmoticonEmoticon